Saturday, February 9, 2013

Player Of The Month For January " Ketika Giroud Menyapa "



Na...na..na..nanana...nanana....Girouuuud !!!
Na...na..na..nanana...nanana....Girouuuud !!!

Inilah momen-momen krusial ketika para fans memulai chants-nya, yang mungkin bisa dibilang jika dibalik sebuah teriakan keras para fans itu terselip sebuah  doa dan keinginan "mudah-mudahan Giroud bisa bikin goal untuk Arsenal". Seperti halnya Gentleman yang tidak memiliki arogansi, Olivier Giroud selalu membalasnya dengan aksi - aksi menarik yang tidak lain bertujuan menyapa teriakan para fans.

Keep The Faith


Untuk bisa menjadi Giroud yang sekarang, pria tampan dengan fisik yang proporsional bagaikan seorang aktor di layar kaca ini , ia tidak melakukannya dengan mudah bagaikan membalik sebuah telapak tangan. Kritikan pedas ataupun dirinya yang selalu dibanding - bandingkan dengan Top-scorer Arsenal musim lalu, selalu menghampiri dirinya. Bahkan untuk seorang pemain yang mempunyai gaya permainan sebagai Central Forward murni ini sempat diprediksi tidak akan cocok dengan Arsenal. Giroud yang tidak begitu memiliki pace yang hebat seperti penyerang terdahulu Arsenal sempat dikritisi dengan beberapa orang menyebut Giroud adalah Chamakh ver 2.0. Terlebih lagi untuk seorang pemain Perancis bukanlah perkara mudah untuk segera klop dengan sepakbola inggris, lihat saja pada musim pertama seorang King Henry ataupun Robert "Bobby" Pires. Tetapi Giroud bukanlah pemain yang mudah menyerah, adaptasi adalah harga mati bagi dirinya. 

Flop? tentu saja tidak bagi seorang Giroud. Bulan Januari ini menjadi bulan yang mengagumkan bagi seorang pria yang lahir di Chambery, Perancis. Giroud menjawab semua kritik yang ada dari semua kalangan baik dari dalam maupun luar lapangan. Dalam beberapa pertandingan terakhir ini, Giroud bagaikan sesosok krusial bagi Arsenal. Dia telah mencetak 5 goal dari 3 laga terakhirnya bersama Arsenal. Goalnya dimulai saat melawan West Ham, dia sangat baik saat menerima crossing dari rekan setimnya Lukas Podolski. Lalu lanjut ke pertandingan di FA Cup melawan Brighton, Ollie G membuat 2 goal fantastis yang menyelamatkan muka Arsenal dari tim yang bisa disebut "Giant Killer". Tidak hanya sampai disitu saja, Olivier Giroud juga lagi - lagi harus kembali menjadi phalwan Arsenal yang saat itu ketinggalan 0-2 dari Liverpool, ia memberikan satu goal penyemangat dan satu buah assists penentu yang bisa dmanfaatkan baik oleh Theo Walcott.

Post Player 

 

Infinity On High karya dari @arsenalverse, karya lain bisa diliat di http://www.arsenalverse.blogspot.com/

Untuk menggambarkan Giroud yang sekarang mungkin saya akan menilai bahwa dia adalah seorang Post- Player. Tetapi apakah Post-Player itu? Dan mengapa harus menjadi Post-Player?. Saya akan menjelaskan sedikit tentang Post Player. Istilah Post-Player mungkin lebih familiar ketika kita menyebutnya di dunia bola basket, loh ini kan sepakbola? ups tunggu sebentar teman - teman. 

Post Player adalah gambaran bagi seorang pemain basket yang mungkin perannya bisa kita lihat seperti seorang Shaquille O’Neal, bertipikal big guys with high-flying and dunking. Peran fundamental dengan kemampuan unik inilah yang mungkin bisa kita samakan dengan seorang Olivier Giroud. Seorang Post Player tidak harus memiliki kemampuan berlari yang cepat tetapi dia lebih kepada peran seorang pemain yang harus bisa nyaman  dengan berada disekitar kotak 16  itu tersendiri. selain itu dia juga harus mempunyai keberanian yang memumpuni untuk melakukan kontak fisik dengan Defender lawan, melakukan rebound atau flick tersendiri saat temannya melakukan crossing, dan menjadi orang terakhir digaris akhir yang mengkonversi sebuah tendangan menjadi goal tanpa harus mempunyai dribble yang istimewa. Dan semua itu tentu saja dipunyai oleh Giroud.





Seperti yang kita liat dari Gift diatas Peran Giroud sebagai Post-Player tidaklah hal melulu dengan sebuah goal. Seperti sebuah pion fundamental, Pria kelahiran 1986 ini bisa dijadikan tumpuan Arsenal dengan sebuah assists. Pergerakan Giroud yang notabennya menjadi target man pasti akan memancing CB lawan untuk memarking ketat dirinya, disitulah terbuka celah dengan cara Giroud menarik diri dari kotak 16 dan menjadikan dirinya pantulan seperti halnya yang telah terjadi dengan goal Wilshere v Montpellier, Podolski v Montpellier, Gibbs v Swansea dan Theo Walcott v Liverpool. Taktik sederhana yang efisien.


Arsene Wenger

"He [Giroud] has a good, strong body and I feel he has qualities that are needed in our squad. Hopefully he can show that. I bought him because he’s a real centre forward and he is an intelligent player. He is a player who developed late and I feel he can integrate in the way we play football and add something to the way we play because he is good in the air."

Theo Walcott

"It was a fantastic touch for [my goal] and his goal was what he is known for, He [Giroud] has been on fire in recent weeks and he is great to play with. His touch [for the equaliser] was fantastic and allowed me to hit it first time – I think I caught the keeper by surprise. It was a great moment but it’s just a shame we didn’t get the win.”

Video : The French Hitman

 

Sekarang yang saya tanyakan, apakah anda masih ragu dengan kemampuannya? atau menyesal atas pembelian Giroud dibanding Demba Ba?




2 comments:

  1. Na na na nananana na na na nanana ggiirooouuuddd,
    Termasuk saya yang sempat meragukannya, tapi dari awal dia masuk saya saangat berharap lebih padanya, saya tetap percaya dan mendukung, hingga akhirnya pria prancis ini mampu lebih baik. Posturnya ideal saya harap dia akan lebih dan lebih baik lagi di pertandingan2 berikutnya, mencetak banyak goal dan assistn

    ReplyDelete
  2. He is Arsenal's Goal Poacher!! G12oud!!

    ReplyDelete